Bekerja di Radio (bag. kedua) Print
Written by Administrator   

Para penyiar radio biasanya bekerja di studio yang memiliki pencahayaan yang baik, berpendingin ruangan dan kedap suara. Hari-hari siaran bagi studio radio merupakan hari yang panjang di mana kebanyakan radio bisa siaran selama 24 jam sehari sehingga para penyiar memiliki jam kerja yang tidak lazim. Banyak penyiar membawakan acaranya sangat pagi sekali, ketika kebanyakan orang sedang bersiap berangkat kerja sementara ada juga penyiar yang siaran larut malam.

Para penyiar radio juga biasanya bekerja dengan tekanan jadwal siaran yang padat, dan ini bisa memberikan tekanan baik secara fisik maupun mental. Namun bagi kebanyakan penyiar, pekerjaan kreatif tanpa penghargaan yang jelas, memiliki kontak dengan beberapa orang dari kalangan tertentu, serta kepuasan menjadi orang yang terkenal ternyata melampaui kesulitan jam kerja yang tidak terduga, tekanan kerja serta terganggunya kehidupan pribadi.

Pelatihan dan Kualifikasi Lain

Peluang untuk masuk ke dunia pekerjaan ini sangat kompetitif. Sejumlah kampus atau sekolah sekarang menyediakan pelatihan formal mengenai broadcast. Beberapa stasiun secara khusus memperhatikan rekaman audisi yang menunjukkan bagaimana calon penyiar tersebut membawakan acaranya. Kesempatan bagi pemula untuk siaran on-air biasanya sulit, kecuali jika bekerja di radio kecil. Biasanya orang baru di radio memulai karirnya sebagai perekam wawancara serta mengoperasikan sejumlah peralatan.

Para penyiar biasanya berawal dari sebuah stasiun radio di sebuah komunitas kecil dan, jika berkualitas, pindah ke stasiun yang bisa memberikan bayaran yang lebih tinggi di kota yang lebih besar. Mereka juga mendapatkan kepercayaan membawakan program regular sebagai DJ, penyiar olah raga atau penyiar spesialis lainnya. Semakin besar jaringan radio tersebut maka semakin berat kompetisinya, dan biasanya para pengelola radio tersebut mencari lulusan universitas dengan pengalaman siaran minimal tujuh tahun.

Para penyiar harus memiliki suara yang enak dan terkendali, penempatan waktu yang tepat, pelafalan yang sempurna serta harus mengetahui penggunaan tata bahasa. Para penyiar juga harus bisa mengoperasikan komputer karena sejumlah program diciptakan dan diedit dengan komputer. Sebagai tambahan, mereka juga harus mampu membacakan ad-lib atau menjadi bagian dari sebuah acara serta mampu bekerja di bawah tekanan tenggang waktu yang ketat. Penyiar yang paling sukses biasanya menarik perhatian pendengar secara luas dengan menggabungkan kepribadian yang menyenangkan dengan suara dan gaya berbicara yang menarik.

Sejumlah pelajaran di SMA dan universitas seperti bahasa Inggris dan bahasa lainnya, public speaking, drama, serta komputer sangatlah berharga demikian juga dengan hobi seperti olah raga dan musik merupakan aset tambahan. Beberapa mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman yang berharga saat ikut dengan radio atau TV kampus serta saat magang di stasiun radio komersial.

Dibayar atau tidak dibayar, saat magang para mahasiswa memiliki kesempatan untuk latihan langsung memegang alat serta menjalin kontak dengan industri tersebut. Magang tanpa bayaran seringkali menerima bantuan dari kampus dan dipersilahkan mengamati dan membantu para pegawai stasiun radio itu sendiri. Sementara itu magang yang mendapatkan bayaran berharga karena pekerjaan yang dilaksanakan biasanya sama dengan yang dilakukan oleh karyawan radio yang lain dan bahkan mungkin bisa ikut on-air.

Bagi Anda yang mempertimbangkan untuk mendaftar di sekolah broadcast sebaiknya mengontak manajer personalia stasiun radio dan televisi, serta organisasi kelompok broadcast untuk memastikan reputasi sekolah tersebut memang mencetak calon terlatih yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Corey Deitz
http://about.radio.com/

Last Updated ( Friday, 05 September 2008 21:22 )