Artikel Mitos dan Fakta Pemanasan Global
Mitos dan Fakta Pemanasan Global PDF Print E-mail
Written by Administrator   

Mitos: Tidak ada kepastian ilmiah tentang pemanasan global sebagai dasar untuk bertindak.
Fakta: Sejumlah badan penelitian terkemuka telah memastikan pemanasan global ini benar-benar terjadi di mana manusia adalah penyebab utamanya dengan menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak dan gas alam serta melakukan penggundulan hutan.

Satu-satunya perdebatan yang berlangsung di komunitas peneliti adalah seberapa banyak dan cepat pemanasan ini akan berlangsung akibat emisi pemerangkap panas. Para peneliti dengan jelas telah memberi peringatan mengenai situasi ini, kita juga telah memiliki cukup fakta tentang penyebab dan cara memperbaikinya untuk bertindak sekarang juga.

Mitos: Jika pemanasan global adalah sebuah masalah, penyelesaiannya akan menghancurkan industri dan tenaga kerja dunia.
Fakta: Program perdagangan karbon yang didesain dengan baik akan berguna bagi inovasi yang ditujukan untuk mengurangi polusi pemerangkap panas, tentunya dengan biaya yang lebih efektif dan ini merupakan proses awal ekonomi karbon yang baru. Klaim yang menyatakan bahwa tindakan melawan pemanasan global akan membuat pincang perekonomian serta menghilangkan pekerjaan ribuan orang sangatlah tidak berdasar. Faktanya, beberapa perusahaan yang telah mengurangi emisi pemerangkap panas kemudian menemukan bahwa pemotongan tingkat polusi ini ternyata bisa menghemat lebih banyak dana.
Biaya program pengurangan gas rumah hijau nasional secara keseluruhan sangat bergantung dengan target emisi yang ditentukan, waktu pengurangan tersebut serta cara pelaksanaannya. Sejumlah pengalaman menunjukkan bahwa program perdagangan emisi yang didesain dengan tepat bisa mengurangi biaya penyesuaian secara signifikan bila dibandingkan dengan pendekatan yang lain. Jika kita membiarkan pemanasan global terus berlanjut hingga nanti terpaksa menyelesaikannya dengan dasar keadaan darurat, hal inilah yang bisa sangat menghancurkan perekonomian negara kita. Akan lebih bijaksana dan lebih efektif secara biaya jika kita bertindak sekarang.

Mitos: Pemanasan global dan kandungan CO2 yang lebih tinggi sebenarnya menguntungkan karena mengurangi tingkat kematian akibat suhu dingin serta menstimulasi peningkatan hasil panen.
Fakta: Setiap dampak yang menguntungkan jika ada akan selalu tertutup bencana dan gangguan yang terjadi, karena pemanasan di proyeksi ilmiah tingkat menengah saja menunjukkan dampak yang menghancurkan di berbagai sektor ekonomi. Permukaan laut yang semakin tinggi akan menenggelamkan komunitas penduduk yang berada di pantai dan mengkontaminasi cadangan air dengan kadar garam tinggi. Walaupun di beberapa keadaan tingkat CO2 yang lebih tinggi bisa berfungsi menjadi pupuk tanaman, para peneliti sekarang memperkirakan bahwa pengaruh ‘pupuk CO2′ atas hasil panen sepertinya terlalu dilebih-lebihkan. Dalam ekosistem yang alami, dampak penyuburan tanah bisa berkurang setelah beberapa tahun karena tanaman-tanaman tersebut menyesuaikan diri dengan iklim. Selain itu meningkatnya kadar CO2 memberi lebih banyak keuntungan kepada spesies tidak diinginkan daripada yang sebaliknya. Kadar CO2 yang lebih tinggi juga menyebabkan oksidasi laut dan para peneliti mengkhawatirkan kemungkinan dampak yang akan menghancurkan kehidupan laut serta perikanan dunia. Lebih jauh lagi, meluasnya wilayah ozon akibat temperatur yang semakin panas bisa memperparah penyakit pernapasan. Dikhawatirkan negara-negara kurang berkembang serta ekosistem alami tidak memiliki kapasitas untuk beradaptasi dengan keadaan ini. Dalam masalah pemanasan global tidak akan ada wilayah ‘pemenang’ atau yang ‘kalah’ karena kita semua hidup dalam komunitas global.

Mitos: Pemanasan global hanyalah bagian dari proses alami. Kutub Utara memang telah memanas sejak dulu.
Fakta: Pemanasan global yang kita alami sekarang bukanlah hal yang alami karena manusia yang menyebabkannya. Para peneliti menunjukkan bahwa aktivitas seperti penggunaan bahan bakar fosil serta penebangan hutan memompa lebih banyak CO2 ke atmosfer daripada jumlah yang dilepaskan ratusan ribu tahun lalu. Pembentukan CO2 ini merupakan penyebab utama pemanasan global. Sejak 1985 para peneliti telah mengetahui bahwa CO2 dan gas-gas rumah hijau lain bisa memerangkap panas sehingga membuat bumi semakin hangat. Karena tingkat pemanasan ini meningkat tajam selama tiga dekade terakhir, pengamatan cermat secara ilmiah juga berkembang sejalan dengan keadaan tersebut. Para peneliti telah mengesampingkan penyebab alami lain seperti sinar matahari, letusan gunung berapi serta sinar kosmik. (IPCC 2001)
Walau jumlah CO2 alami bervariasi dari 180 hingga 300 ppm, tingkat CO2 saat ini sekitar 380 pmm dan jumlah ini 25% lebih tinggi dari tingkat alami tertinggi yang pernah terjadi selama 650.000 tahun terakhir. Peningkatan CO2 memberikan kontribusi peningkatan temperatur selama kurun waktu yang panjang tersebut. (Pusat Analisis Informasi Karbon Dioksida Boden)
Dan mengenai pemanasan di Kutub Utara sebelumnya, memang benar ada wilayah jangkauan periode pemanasan Kutub Utara di awal abad ke-20. Namun catatan minim tentang periode tersebut mengindikasikan bahwa tingkat pemanasannya tidak berdampak pada wilayah sebanyak akibat tingkat pemanasan yang berlaku sekarang ini. Kita mengetahui bahwa planet kita semakin panas selama beberapa dekade terakhir dan es di Kutub Utara terus mencair. Tidak seperti pemanasan Kutub Utara yang sebelum-sebelumnya, kecendurang peningkatan temperatur yang berlangsung saat ini tidak akan mungkin menurun karena konsentrasi gas-gas rumah hijau yang terus naik menghalangi kemungkinan tersebut.

(Newsletter SBM Edisi 7, August 2007, Sumber: http://green.yahoo.com/)

Last Updated ( Thursday, 04 September 2008 23:47 )
 
Free Web Hosting with Website Builder
 

Statistics

Content View Hits : 2806

Interaktif

TInggal Pesan

ShoutMix chat widget