Artikel Suara untuk Mata: Menulis Secara Visual bagi Audio
Suara untuk Mata: Menulis Secara Visual bagi Audio PDF Print E-mail
Written by Administrator   

Apa sebenarnya Visual Writing untuk Radio?

Banyak orang tidak menganggap radio sebagai media visual, namun pencerita yang menulis beritanya dengan rincian menarik bisa meraih semua imaginasi dan emosi yang tersimpan dalam benak pendengar dan membuatnya merasa sedang “melihat” cerita tersebut. Jika penyampaian cerita hanya dalam beberapa patah kata adalah kunci berita yang kuat, maka elemen visual sangat penting untuk menjaga pendengar tetap bersama kita.

Reporter: Anda akan melihat seorang perempuan muda yang telah memegang busur dan panah sejak masih anak-anak. Orangtuanya sekarang berada disebelah saya. Dan inilah yang akan dia lakukan sekarang: mencoba mengenai sasaran berwarna hitam sebesar buah anggur yang berjarak sejauh tiga
lapangan sepakbola di seberangnya.

Deskripsi secara visual sangat penting bagi para pria. Penelitian otak menunjukkan bahwa pria lebih terstimulasi oleh rincian secara visual serta bahasa yang mendeskripsikan sebuah kejadian dengan elemen visual yang membuat mereka semakin memperhatikan sebuah cerita. Para penyiar acara olahraga adalah orang-orang terbaik dalam urusan deskripsi visual. Kebanyakan dari mereka ini adalah pria yang berbicara kepada pria dalam cara yang bisa dipahami pria. Jika Anda pernah menghadiri pertandingan bisbol atau sepakbola, Anda akan memperhatikan para pria mendengarkan radio sambil menonton pertandingan tersebut dengan mata mereka sendiri. Kata-kata para penyiar tersebut semakin memperkuat pengalaman visual mereka.

Sementara itu di sisi lain kaum perempuan sangat emosional. Jika seorang perempuan bisa “merasakan” hubungan emosi dengan sebuah cerita, maka dia akan mendengarkan dan menyerap semua informasi tersebut. Bagi berita yang dimaksudkan bagi keduanya, pria dan perempuan, maka kisah tersebut harus bisa memberikan informasi dalam bahasa yang menggunakan elemen visual sekaligus emosi.

Misalnya ketika seorang reporter menggambarkan adegan seorang anak kecil yang diserang seekor anjing pit bull. Dia menggunakan kedua jenis bahasa untuk membuat baik pria maupun perempuan bisa melihat dan merasakan apa yang terjadi dalam berita ini: Si anak dan anjing tersebut hampir sama besarnya. Rahang anjing itu telah tertancap di leher si anak kecil yang menjerit ketakutan dan kesakitan.

Dalam beberapa detik Anda tidak akan bisa membedakan warna merah dan putih akibat simbahan darah di pakaian si anak. Dan bisakah Anda membayangkan bagaimana perasaan ibu anak tersebut, berdiri tanpa bisa melakukan apa-apa sementara anjing jahat itu menyerang anaknya? Anda bisa berimprovisasi dalam menulis secara visual ini dan belajar berbicara lebih visual dengan membayangkan sedang berbicara kepada seorang teman yang mengalami kebutaan. Berbicaralah kepada SATU orang saat itu dan jelaskan apa yang Anda lihat dengan menggunakan setiap indera perasa sendiri. Ambil semua “imej” yang dihasilkan indera perasa tersebut dan gunakan, dimulai dengan melatih percakapan yang sarat rincian deskriptif secara off-air. Lakukan pengamatan atas hal-hal kecil kehidupan sebagai bagian dari pembicaraan normal Anda. Kunjungi tempat-tempat yang akan memberikan banyak hal menarik untuk Anda lihat.  Temukan tempat-tempat baru di mana Anda bisa mendapatkan hal-hal untuk dibicarakan dan ditulis.

Bagaimana Membuat Pertemuan dan Proses Pengadilan Terdengar “visual” bagi radio?

Jika harus meliput berita ini coba perhatikan sekeliling Anda. Apa masalahnya? Siapa saja yang terlibat? Apa yang akan Anda katakan kepada seseorang mengenai pertemuan atau pengadilan ini saat off-air? Visual Writing ini seperti menciptakan sebuah film dalam benak kita. Jika Anda bisa menulis cerita tersebut sehingga adegannya penuh warna tidak sekedar hitam dan putih maka cerita tersebut tidak akan pernah membosankan.

Penulisan secara visual atau yang berdasarkan pengalaman menjaga setiap cerita selalu melibatkan
pendengarnya.

Daripada menulis seperti ini:
Tadi malam pertemuan dewan kota berlangsung selama 45 menit. Hasil pemungutan suara 10 banding 1 mengenai masalah StanleyPark. Walikota Losier menghentikan pertemuan tersebut lebih awal ketika alat pendingin ruangan mati karena terputusnya aliran listrik. Agenda pertemuan minggu depan: peningkatan aliran listrik bagi bangunan pemerintah.

Cobalah menulis secara visual seperti ini:
Tepuk tangan meriah berlangsung setelah hasil pertemuan dewan kota tadi malam 10 banding 1 tentang masalah StanleyPark. Walikota Losier menyelesaikan pertemuan tersebut lebih awal sehingga sembilan anggota dewan kota yang kepanasan di ruangan pertemuan tanpa pendingin ruangan ini bisa mencari udara segar. Aliran listrik terputus beberapa menit setelah pertemuan itu berlangsung. Walikota Losier menjanjikan peningkatan tenaga listrik bagi bangunan pemerintah akan disertakan dalam agenda pertemuan minggu depan.

Storytelling. Apa yang membuat sebuah “cerita” itu hebat?
Selain SIAPA, APA, DI MANA, MENGAPA, KAPAN dan BAGAIMANA juga ada beberapa pertanyaan berikut:
• BAGAIMANA cerita ini memberi dampak kepada para pendengar saya?
• BAGAIMANA saya bisa menjelaskan semua hal secara lebih visual?
• BAGAIMANA saya bisa membuat seseorang peduli dengan kisah ini?
• MENGAPA saya menyiarkan cerita ini?
• Jika ada masalah, BAGAIMANA penyelesaiannya dan apa solusinya?
• BAGAIMANA masalah tersebut terjadi, dapatkah dicegah?
• BAGAIMANA cara lain menyampaikan cerita ini?
• BAGAIMANA cara saya menyampaikankisah ini kepada seorang teman?
• BAGAIMANA membuat cerita ini terdengar lebih menarik?
• dan BAGAIMANA saya membuat cerita ini sebagai hasil karya jika saya harus mendapatkan pekerjaan lain?

Contoh penyampaian cerita yang bisa memaku berita yang hebat dan penting. Misalnya dalam berita kebakaran yang terjadi di suatu malam: Televisi menyiarkan berita kebakaran yang terjadi di sebuah wilayah di kota New York. Berita tersebut menunjukkan gambar nyala api, para pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api dan menyelamatkan korban, kemudian foto-foto rumah setelah nyala api dipadamkan serta seorang perempuan yang membungkus badannya dengan selimut sedang menangis.

Di sini Anda telah mendapatkan faktanya bagaimana nyala api tersebut telah menghancurkan rumah dan bagaimana juru bicara dari pihak pemadam kebakaran mengatakan pihaknya mencurigai penyebab kebakaran adalah arus listrik. Kemudian dalam berita yang sama di radio, perempuan yang menangis tadi berbicara tentang arti “rumah” baginya. Pada saat dia merasa bersyukur karena bisa selamat dari kejadian tersebut, dalam siaran radio ini terdengar rasa marah dan kesedihannya karena kehilangan foto-foto keluarga, komputer, pakaian, buku-bukunya serta berbagai benda pribadi lain. Bagaimana kebakaran tersebut berlangsung begitu cepat, dan dalam sekejap bagaimana hidupnya bisa berubah drastis.

Sudah jelas versi berita mana yang lebih berkesan bagi Anda.

(Newsletter SBM Edisi 7, August 2007,Sumber: http://www.poynter.org/)

Last Updated ( Thursday, 04 September 2008 23:47 )
 
Free Web Hosting with Website Builder
 

Statistics

Content View Hits : 1476

Interaktif

TInggal Pesan

ShoutMix chat widget